Musyawarah Masyarakat Desa (MMD) Kelurahan Baloi Permai
30 Desember 2025 | Puskesmas Baloi Permai
Puskesmas Baloi Permai melaksanakan kegiatan Musyawarah Masyarakat Desa (MMD) di wilayah Kelurahan Baloi Permai sebagai bentuk evaluasi, koordinasi, dan penyusunan langkah kerja bersama masyarakat dalam meningkatkan derajat kesehatan.
Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Sekretaris Lurah Baloi Permai, Bapak Darma, dan turut dihadiri Kepala Puskesmas Baloi Permai, Bapak Muhammad Rois, perwakilan RT/RW, kader kesehatan, tokoh masyarakat, serta unsur kelurahan.
Melalui forum MMD ini, peserta berdiskusi terkait permasalahan kesehatan, pelayanan, serta upaya kolaborasi antara puskesmas dan masyarakat. Beberapa isu utama yang muncul dalam diskusi beserta tindak lanjut yang disepakati adalah sebagai berikut.
📌 Hasil Diskusi & Tindak Lanjut
1. Warga Terduga TB Tanpa Identitas Kependudukan (KTP & KK)
Permasalahan:
Bagaimana penanganan warga terduga TB yang tidak memiliki dokumen identitas.
Tindak Lanjut / RTL:
- RT/RW diminta lebih proaktif memantau warganya yang berisiko TB
- RT/RW membantu proses pengurusan KTP & KK bagi warga yang belum memiliki identitas
- Puskesmas tetap melakukan screening & pendampingan pengobatan meskipun identitas belum lengkap
- Koordinasi diteruskan ke kelurahan bila diperlukan proses administrasi tambahan
2. Keluhan Masyarakat Terkait Waktu Tunggu Hasil Laboratorium
Permasalahan:
Masyarakat mengeluhkan waktu tunggu hasil pemeriksaan laboratorium yang cukup lama karena pasien harus menunggu secara langsung di Puskesmas hingga hasil selesai, sehingga dinilai kurang efisien dan dapat mengganggu aktivitas pasien.
Tindak Lanjut / RTL:
Koordinasi dengan Dinas Kesehatan dan pihak terkait dilakukan apabila diperlukan pengembangan sistem pelayanan laboratorium berbasis digital.
3. Masukan dari Bapak RW 09 (Bida Asri)
Puskesmas akan melakukan evaluasi alur pelayanan laboratorium untuk mengurangi waktu tunggu pasien.
Dikaji kemungkinan penerapan sistem penyampaian hasil laboratorium secara digital melalui WhatsApp, SMS, email, atau media elektronik lainnya sesuai ketentuan yang berlaku.
Pasien diberikan informasi estimasi waktu penyelesaian hasil laboratorium sejak awal pelayanan.
Hasil laboratorium yang tidak memerlukan konsultasi langsung dapat dikirimkan kepada pasien melalui media yang telah disepakati.
Puskesmas memastikan keamanan dan kerahasiaan data pasien dalam proses pengiriman hasil laboratorium secara elektronik.
Beberapa poin masukan yang disampaikan:
- Keluhan masyarakat terkait pelayanan poli gigi agar dilakukan follow up dan klarifikasi
- Pelayanan IGD dinilai sudah sesuai SOP, namun masyarakat berharap sikap petugas lebih ramah
- Kuisioner kepuasan masyarakat perlu ditingkatkan kualitas pertanyaannya
- Penambahan unsur pertanyaan terkait kebersihan puskesmas & sarana posyandu
Tindak Lanjut / RTL:
- Puskesmas akan melakukan evaluasi internal pelayanan poli gigi & IGD
- Dilaksanakan pembinaan komunikasi efektif bagi petugas pelayanan
- Kuisioner kepuasan masyarakat direvisi agar lebih komprehensif
- Penilaian kebersihan fasilitas dimasukkan dalam instrumen survei berikutnya
4. Usulan Tokoh Masyarakat RW 03
Usulan:
- Perlu adanya kerja sama kegiatan kesehatan & kebugaran, seperti
senam massal di lapangan depan Puskesmas Baloi Permai
Tindak Lanjut / RTL:
- Puskesmas menyambut baik usulan dan akan:
- Menyusun jadwal rutin senam massal bersama warga
- Menggandeng kader & tokoh masyarakat sebagai koordinator kegiatan
- Mengarahkan program pada promosi perilaku hidup sehat
5. Saran Penyampaian Informasi melalui Media Sosial
Masukan:
- Saran agar informasi & aspirasi masyarakat
dapat disalurkan melalui platform media sosial puskesmas
Tindak Lanjut / RTL:
- Puskesmas akan:
- Mengoptimalkan kanal media sosial resmi
- Menyediakan ruang penyampaian saran secara online
- Melakukan respon terukur terhadap setiap masukan masyarakat
✨ Penutup
Melalui pelaksanaan MMD ini, Puskesmas Baloi Permai berkomitmen:
- memperkuat kolaborasi lintas sektor,
- meningkatkan kualitas pelayanan, dan
- memastikan aspirasi masyarakat menjadi dasar perencanaan program kesehatan.
Semoga sinergi ini terus terjaga demi terwujudnya masyarakat yang sehat, aktif, dan berdaya.


